Menjadi Hebat melalui Sparring Partner

Muhammad Subhan
Akademisi, MSDM (Leadership dan Motivator) EPC Consulting Indonesia Group

Selama tiga hari ini penulis disibukkan dengan beberapa aktivitas yang sifatnya sosial, profesional dan kefamilian, penulis berkeyakinan bahwa semua aktivitas yang dikerjakan selama ini meski bernilai ibadah karena melahirkan kemanfaatan baik hablun minallah, hablum minannas dan bahkan hablum minal alam. Dalam pada ini ada perang bathin antara tuntutan profesional, sosial dan lainnya, akhirnya penulis harus berfikir cerdas dan ikhlas bagaimana suatu amanah kegiatan bisa dikerjakan dalam waktu cepat dan bisa meraih impian secara personal maupun institusional secara umum.

Penulis sekali lagi memilki keyakinan yang menguatkan semua aktivitas dan kegiatan selama ini  yaitu bahwa  orang-orang di dekat kita sangat menentukan masa depan kita , bila orang didekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit bagi kita untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita biasa tapi disekelilingnya luar biasa maka kita akan terpacu untuk juga menjadi luar biasa. dan pastilah semua orang pernah merasakan pengalaman ini. Kini penulis berjibaku melalui kegiatan sosial, profesional, pelayan masyarakat hingga kefamilian menjadi lahan silaturrahiiem, berinteraksi dengan berbagai elemen dan berbagai macam pakar, profesi serta keahlian lainnya termasuk nelayan dan petani, akan mempengaruhi diri penulis untuk masa-masa yang akan datang termasuk dengan semua famili dan keluarga karena mereka semua adalah orang-orang hebat

Kita mungkin pernah melihat pertandingan dalam permainan olahraga apa saja misalnya kita akan berpacu dan akan merasa lebih jago dengan lawan main yang pinter. Sebaliknya permainan kita terasa lebih jelek dengan lawan main yang pas-pasan. Demikianlah warna kehidupan ini, diperlukan sparring partner yang bisa memacu ADRENALIN kita untuk kuat mencapai puncak sukses (impian). Oleh karena itu Penulis  ingin memberikan contoh dari perjalanan saya beraktivitas selama tiga hari ini, dalam kondisi Pandemi Covid 19 tentu pekerjaan teknis kadang-kadang harus terjun ke lapangan sendiri dalam konteks implementasi formula yang sudah ditetapkan. disamping harus mengatur waktu, tepat sasaran. waduh luar biasa misalnya dalam 1 hari harus mencover tiga area / daerah seperti beberapa hari yang lalu saya berkesempatan harus mencover kegiatan di Malang Jawa Timur menjadi Pemateri Pengembangan SDM Pariwisitasa berbasis Relegius, karena acara di mulai jam 13.00 WIB, maka saya berangkat dari pamekasan Pukul 04.00 Pagi/dini hari. Ketika memasuki tol kearah porong dibelakang saya ada sebuah mobil Lexus berwarna hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi. tetapi yang saya suka walaupun ia melaju dengan kecepatan tinggi ia tidak memaksakan kehendak. jika mobil di depannya tidakmau memberi jalan maka ia yang mengalah dengan mengambil jalan ke kiri dahulu, baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.

Supaya tidak ngantuk karena penulis menyetir sendirian dan membawa mobil Expander tahun Putih Leter BE keluaran tahun 2019 dan saya tertarik dengan cara menyetir si mobil Lexus Hitam tadi–iseng-iseng saya membuntuti mobil tersebut dari belakang. saya ikuti cara ia nyetir, termasuk kecepatannya. ketika tidak ada mobil lain di tol kecuali mobil tersebut dan mobil saya–mobil Lexus Hitam tersebut menambah kecepatannya. Karena sedang membuntuti tanpa sadar saya ikut menambah kecepatan mobil saya hingga panel kecepatan menunjukkan angka 130km/Jam. Padahal selama ini kecepatan tercepat yang pernah saya tempuh 110km/jam itu sudah kondisi mobil kayak melayang tidak karuan dan saya tidak berani melaju diatas itu. tapi dengan adanya mobil yang saya ikuti saya bisa tembus rekor kecepatan mobil saya tanpa sadar. sesuatu yang sulit penulis lakukan jika tidak ada sparring nya.

Karena penulis berhenti di suatu tempat penulis kehilangan mobil Lexus hitam tersebut. Ketika penulis mulai memacu kendaraan lagi, penulis mencoba untuk berlari 130 km/jam lagi. penulis berhasil; mencapai kecepatan tersebut tetapi tidak berani terlalu lama karena belum terbiasa. Ketika kemudian ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan saya buntuti saya bisa masuk lagi k1 130 km /jam dengan durasi yang cukup lama.

Belajar dari kejadian tersebut sama seperti kehidupan ini seringkali kita merasa sudah maksimal melakukan sesuatu. kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner yang lebih hebat dari kita entah itu seorang atasan, seorang coach, mentor, role model atau nelayan dan petanipun yang hebat, maka kita bisa terpacu untuk mendapatkan hasil yang labih baik lagi.

Jika kita belum matang belajar dari sparring partner kita dan mencoba untuk mandiri mungkin agak sulit bagi kita untuk terus berada di kondisi sama seperti ada sparring partner. nantinya jika kita sudah mempunyai pola dan terbiasa barulah kita mulai bisa mandiri.

Dalam pada ini perlu kiranya saya menyampaikan pendapat seorang pakar yang mengatakan bahwa penghasilan seseorang ditentukan oleh lima orang terdekatnya. ilustrasi saya mengenai kecepatan mobil bisa menjelaskan pernyataan dari sang pkar tersebut. Apakah ada penjelasannya secara science? ternyata ada. Di dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang di sebut Mirror Neuron, yang bertugas meniru apa yang dilakukan orang lain. Jika di sekelilingnya orang hebat atau luar biasa maka Mirror Neoron kita akan meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat dan luar biasa. Kalau sebaliknya maka kita pun juga akan meniru yang sebaliknya itu.

Siapa mobil Lexus hitam yang akan kita ikuti, agar bisa menembus kecepatan untuk meraih impian. Siapa orang hebat dan luar biasa yang akan kita ikuti agar bisa menembus batas yang selam ini membatasi hidup kita. Mari kit acari orang tersebut, ikuti dan pelajari bagaimana ia memandang dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai=nilai kehidupan yang ia pegang, bagaimana ia membangun kredibilitas dan kapabalitasnya, bagaimana tingkah lakunya bagaimana cara berkomunikasinya, maka kita akan mendobrak batas yang selama ini membatasi hidup kita. SEMOGA BERMANFAAT. SALAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *