KUNCI KEMAJUAN PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : Muhammad Subhan
Direktur Lembaga Pendidikan Islam ABFA Pamekasan

Dalam proses penelitian untuk kepentingan DISERTASI yang sedang saya susun banyak tantangan yang dihadapi terutama dari teman-teman sendiri dan teman-teman lintas kampus dan lintas keilmuan. diantaranya pertanyaan yang sangat menantang terhadap keilmuan yang saya geluti adalah setelah menempuh studi doktoral kira-kira konsentrasi keilmuan atau kualifikasi keilmuan apa yang spesifik dan apa kontribusi yang bisa di berikan untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam atau pertanyaan kasarnya saya ini kira-kira doktor bidang ilmu apa.

Pertanyaan itu saya jawab dengan tenang sembari saya menjawab insya Allah saya konsentrasi di Manajemen Pendidikan Islam, hal ini saya lama merenung terhadap lembaga pendidikan Islam yang mestinya maju karena jumlah populasi umat islam yang banyak di Indonesia ternyata lembaganya masih sangat jauh dari harapan hal ini menandakan pemikir islam belum bisa eksis. mudah-mudahan tulisan ini merupakan bagian dari kontribusi Kendati sudah sejak lama Pendidikan Islam selalu di hadapkan berbagai masalah kompleks yang membelit percepatan perkembangan dan kemajuannya.seperti masalah kelembagaan, kepemimpinan, keuangan, kepegawaian, kurikulum, kesiswaan, dukungan masyarakat, tingkat kepercayaan, konflik, feodalisme, hingga yang paling sederhana dilihat adalah identik dengan kumuh, tidak bersih, toiletnya tidak ada, kalaupun ada sangat kotor jauh dari kata layak dan sebagainya.

Masing-masing komponen masalah tersebut diatas menyimpan potensi yang menghambat dan dalam batas-batas tertentu dapat mengancam eksistensi, keberlangsungan, kemampuan bersaing dan kemajuan lembaga pendidikan Islam. sebagaimana kita amati bersama mestinya masyarakat muslim memilki ekspektasi yang sangat besar terhadap keberhasilan dan kemajuan pendidikan Islam, Namun ekspektasi itu belum terealisasi hingga sekarang–pendidikan Islam telah tertinggal oleh pendidikan barat sekuler yang telah mempengaruhi hampir semua bentuk pendidikan dunia. Kalaupun terdapat fenomena-fenomena kebangkitan pendidikan Islam itu baru bersifat kasuistik dan parsial dan belum menjadi kecenderungan mayoritas sehingga image pendidikan Islam belum dapat mengemuka.

Berikut kunci kemajuan pendidikan Islam yang perlu diperhatikan oleh kita semua : Pertama, Epistemologi Pendidikan Islam yaitu alat untuk menproses, menyusun, merumuskan dan membentuk bangunan ilmu pendidikan Islam. Epistemologi ini kemudian yang bertugas menggali, menemukan, dan mengembangkan pengetahuan pendidikan Islam. Jika epistemologi dipahami, dikuasai dan dipraktikkan secara kontinu dala mengkonstruksi ilmu pendidikan Islam maka hampir dapat dipastikan bahwa konsep-konsep dan teori-teori pendidikan Islam akan mengalami kemajuan pesat sekali. Ibarat mesin dalam sebuah perusahaan perumus atau pembangun ilmu pendidikan islam adalah mesin yang harus terus bekerja dan digerakkan secara aktif

Kedua, menjalankan tugas manajemen Pendidikan Islam dengan baik, seorang pimpinan/manajer/kepala sekolah harus memilki kemampuan dalam memadukan sumber-sumber pendidikan khususnya sumber-sumber belajar dalam lembaga pendidikan Islam sehingga mampu menfungsikan, memanfaatkan, mengembangkan dan memaksimalkan kekuatan sumber-sumber tersebut dalam mengawal keberhasilan dan kemajuan pendidikan Islam. Pengelolaan manajemen yang terancang, terprogram dan tersistem dengan baik akan menjadikan proses dan hasil pendidikan Islam akan maksimal.

Ketiga, yaitu kesadaran pendidikan dalam memajukan pendidikan Islam. dalam pada ini kesadaran merupakan potensi dan motivasi dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau mengikuti proses pendidikan secara serius dan penuh keuletan , sebagai bentuk tanggung jawab moral dirinya sendiri. keseriusan dan keuletan ini benar-benar muncul secara alamiah tanpa menunggu perintah orang lain, baik orang tua, guru/dosen, maupun lainnya. Salam. SEMOGA BERMANFAAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *