BELUM PANTAS KITA MENGELUH

Oleh : Subhan Muhammad
(Direktur LPI ABFA Pamekasan sekaligus Majelis Keluarga Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Faqih Kolpajung Pamekasan)

Tulisan ini dikutip dari beberapa catatan yang ditulis oleh para sahabat yang tergabung dalam grup pendidikan Islam harus maju, kendati ada catatan menarik yang isinya teman saya melakukan percakapan dengan istrinya sebagai berikut :

Tadi malam saya berkata ke istri :
“Masyaa Allah ya, sejak ada wabah ini kita merasa terbatasi, gerak kita, makanan kita, aktivitas kita, semua terbatasi.”

Istri menjawab :
“Padahal ini belum ada apa-apanya dibanding perlakuan kafir quraisy yang ‘melockdown’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 3 tahun.”

Saya berkata :
“Masyaa Allah benar sekali 😢, Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarganya (bani hasyim dan bani muthalib) ‘dilockdown total’, terasing di lembah tanpa makanan, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarganya terpaksa makan dedaunan hingga pecah-pecah bibir mereka. Jika datang malam hari, terdengar suara para wanita dan balita menjerit-jerit karena kelaparan di lembah itu.”

Nuhibbuka ya Rasulallah…
Selalu ada hikmah di balik siroh perjalananmu..
Semoga kami bisa meneladanimu..

Shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi washohbihi ajma’in.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *